Sekarang Text AI Wajib Watermark

Eno Bening www.youtube.com

Brief Summary

The video discusses the implications of OpenAI's upcoming implementation of an invisible watermark on texts generated by ChatGPT. This watermark will help identify AI-generated content in accordance with new regulations in the European Union. The creator emphasizes the challenges this presents for students who rely on AI for their assignments and critiques the lack of originality in their work.

  • OpenAI is adding an invisible watermark to ChatGPT-generated text for identification.
  • This development aims to conform with EU regulations that enforce transparency in AI-generated content.
  • The creator expresses concern over the reliance of students on AI, particularly in academic work.

OpenAI's Watermark Plan

OpenAI is preparing to implement an invisible watermark on texts generated by ChatGPT specifically for compliance with EU regulations. This technology will enable institutions to determine if a piece of text originates from their AI model. The watermark is not a visible mark; instead, it will subtly embed statistical signals into the text, which can be detected by AI detection systems, ensuring that all AI-generated texts are identifiable.

Challenges for Students

The narrator highlights that the upcoming rules present significant challenges for students in high school and college who depend on AI for their assignments. As AI-generated content becomes detectable, students may find it increasingly difficult to submit work produced by AI systems without being caught. The creator warns students to take advantage of AI wisely and prepares them for a future where using AI for schoolwork may not be as simple.

The Nature of the Watermark

The watermark technology proposed by OpenAI is designed to embed hidden metadata in the text, which allows detection without the need for visible tags. Unlike existing AI detection rumors, which rely heavily on guesswork, this embedded watermark will provide a robust method of identifying AI-generated texts through statistical analysis of patterns used in the writing. Future applications will implement this watermark across all generative text AI, not just ChatGPT, creating a uniform standard for identification in the European market.

Impacts on Academic Integrity

The creator expresses concern over the academic integrity of students who may struggle with original thought and proper paraphrasing skills. He points out the trend of students simply copying and pasting AI-generated texts verbatim rather than crafting their own responses. This lack of effort and critical thinking, he argues, diminishes true learning and understanding, especially in today's educational landscape where reliance on AI is increasingly common.

Generational Divides in Learning

Finally, the narrator reflects on the generational differences in academic habits, lamenting how students of today might resort to using AI without comprehending the material fully. He critiques this dependency and challenges the students to engage more deeply with their learning processes. The video concludes with an invitation for viewers to share their thoughts on how reliance on AI has affected the educational experience.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the App Store
Get it on Google Play

Transcript

Full transcript of “Sekarang Text AI Wajib Watermark”. Click a timestamp to open the video at that moment. Need another video? Use the YouTube transcript generator.

0:00 Eya lu gak bisa ngerjain tugas pakai cat GPT lagi. Yes. Ini berita yang sangat buruk buat lu pada bocil-bocil, anak SMA, anak kuliahan yang hobi banget. Apa-apa diserahin ke AI. Tugas lu dibuatin AI, si lu dibuatin AI, bapak malu dibuatin AI, e, AI. Lama-lama AI minta bayaran tuh biar disedot itunya sama lu. Debunya debu, debu. Huh, gitu. Tapi ini seriusan. Lu pada bakal ke depannya itu makin sulit buat dipermudah hidupnya sama AI, terutama untuk SI-SI lu, tugas-tugas lu, PR-PR lu, dan lain-lain. Kenapa bisa begitu? Chat GPT text is about to become detectable with invisible watermark to comply with E U A I law. Ya, sini adalah berita yang baru gua baca tentang bagaimana eh chat GPT Open AI itu akan membuat sebuah sistem yang di mana kasarnya orang tuh bisa

0:46 tahu eli apa enggak tuh teksnya. Jadi, ada watermark kayak begitu. Enggak, enggak, enggak, enggak, enggak. Pokoknya orang jadi bisa tahu ya. Dan ini disdain tuh bukan yang kayak aplikasi-aplikasi nebak. Ini aplikasi langsung dari chat GPT-nya. Jadi apa yang bisa sebenarnya terjadi? Dan beneran nih Bang, udah enggak bisa ngerjain PR pakai AI lagi. Iya puas-puasin dah. Lagi ni ngapain sih pakai AI lu? Ai semua lu serba-serba AI lu. Hm. [musik] Open AI sedang bersiap menambahkan watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan chat GPT di Uni Eropa. Teknologi ini akan memberi cara bagi organisasi tertentu untuk mendeteksi apakah suatu teks dihasilkan oleh model AI milik Open AI. Perusahaan tersebut mengumumkan perubahan ini sebagai upaya untuk mematuhi IUAI AC yang mewajibkan penyedia AI generatif untuk membuat teks

1:32 hasil AI dapat diidentifikasi dalam format yang bisa dibaca oleh mesin. Yes, ini adalah yang terjadi kalau misalnya lu punya pemerintahan yang emang peduli sama bahaya AI. AI enggak gua bilang bahaya terus toh tadi yang lu lihat itu gua baca, gua baca terjemahannya pakai AI. Gua enggak nutup-nutupin itu. Gua pakai AI. Nah, mungkin one day nih ya ada YouTuber sok keren bilang katanya e bikin AI terus dari pikiran sendiri gitu, dari baca-baca buku untuk mengkritisi orang dan segala macam untuk terlihat keren di trad nanti bisa ketahuan tuh, "Oh, lu ngetiknya pakai AI ya?" Yes. Jadi bukan watermark yang kayak terlihat gitu loh kalau lu generate gambar-gambar AI slop gitu. ini bukan itu, melainkan kayak somehow, ini gua baca ya, somehow itu tuh kayak sesimpel lu kalau ketikan AI lu itu keluar, lu pakai untuk PR, lu pakai untuk kerjaan, lu pakai untuk nipu

2:18 orang, nanti tuh chat AI-nya sendiri, chat GPT-nya itu sendiri bisa ng-detect gitu kalau tulisan lu itu digenerate pakai GPT apa enggak. Beda ya sama yang ngaku bisa ng-detect tulisan AI apa enggak, itu benar-benar spekulasi kalau kalian tahu. Gak ada yang murni benar-benar bisa ng-detect itu AI apa enggak. Kecuali lu terlatih, kecuali lu manusia yang emang juga udah ngelihat ini mah chat GPT banget. Ngerti enggak sih? Kok di trad tuh banyak banget orang yang chat GPT-nya template semua anjir. Orang mereka beli prom yang sama ya BG banget. Nah ini benar-benar dari AI yang menggenerate itu sendiri. Jadi bukan aplikasi terpisah. Chat GPT bisa mendetect itu buatan chat GPT apa enggak. Dan watermarknya itu enggak kelihatan. Bukan yang kayak ada di pojok bawah logo chat GPT atau gimana. Enggak. Tapi kayak menurut gua nanti mungkin akan di-copy paste ke mesin apa, ke aplikasi apa dan nanti bisa kedetect ini pernah dibuat di tanggal segini sama seseorang dengan prom yang seperti ini.

3:05 Begitu kira-kira dan memang belum semacam apa ya ee dihasilkan tapi lagi disiapkan dan dimungkinkan terjadi karena pemerintahannya minta enggak boleh lagi kita enggak bisa ngebedain mana yang generative AI, mana yang enggak. Semuanya mesti punya watermark. Dan ternyata AI ini bisa cuma enggak dikeluarin karena peraturonnya belum ada. Watermark akan mulai diterapkan pada keluaran teks chart GPT dan kodex yang memenuhi syarat di Uni Eropa dalam beberapa minggu mendatang. Berbeda dengan label yang terlihat dan ditempelkan pada respons AI, sistem ini dirancang untuk meninggalkan sinyal statistik di dalam teks itu sendiri yang tidak dapat dilihat oleh pembaca. Nah, gua enggak ngerti tuh detail teknologinya kayak gimana, tapi kebayanglah sama gua intinya kita enggak bisa lihat. Tapi kalau kayak mesin ketemu mesin gitu, encrip-engkel liihat mungkin gitu ya. Mungkin anak-anak Tech Bros bisa bantu gua di kolom komentar di bawah. Tapi intinya teknologi ini

3:51 memungkinkan dan sudah mesti harus ada karena sudah ada peraturannya dari pemerintahan langsung. Open AI menyebut teknologi watermark ini sebagai tak grain ali-ali menyisipkan karakter tersembunyi tanda baca yang tidak biasa, spasi tidak terlihat atau token tambahan ke dalam respon textin secara halus. Mengubah cara model memilih di antara berbagai kemungkinan kata dan potongan kata saat menghasilkan teks. Pilihan-pilihan tersebut membentuk suatu pola di sepanjang teks yang nantinya dapat dicari oleh sistem pendeteksi milik perusahaan. Nah, gitulah kira-kira. ada semacam metadata mungkin ya bisa kita bilang yang tertanam di teks-teks tersebut yang bisa dibaca sama mesin lah yang sama-sama mesin AI gitu loh. Bukan pendeteksi yang kayak ini 70% lu tahu enggak sih yang ramai tuh ada orang bikin apa langsung dibilang ah 70% AI, 60% AI segala macam 100% AI. Itu semua spekulasi yang gua tahu ya. Enggak

4:37 ada yang benar-benar bisa lihat itu dan itu bisa apa ya bisa mislead juga dan otomatis hal ini akan segera diterapkan di chat GPT setidaknya dan ini bukan chat GPT doang nantinya. Kenapa bisa begitu, Bang? karena ada cloud-nya. Jadi ini adalah yang diminta sama pemerintahan Uni Eropa sana. Jadi bukan chat GPT doang, tapi nanti akhirnya seluruh generative tax AI itu mesti ada teknologi kayak gini sehingga lu mau pindah nanti bilang, "Ah, kan yang kena chat GPT. Gua pindah aja, Bang, ke Gemini, ke Cloud, ke Grock atau mana gitu ya. Kalau nanti di EU ya bakal tetap apply enggak cat GPT doang semuanya kena. Atau lu mau apply?" Ya itu kan di Eropa doang, Bang. Gua mah nyantai dong. di sini masih bisa nyontek pakai AI, masih bisa ngerjain pakai AI, masih bisa semuanya gua kopas langsung chat GPT tulisin dan segala macam. Jawabannya iya. Tapi kalau misalnya itu

5:23 mesinnya udah keluar, guru-guru lu niat, sekolahan lu benar-benar mikirin el benar-benar pengin bikin lu berhasil tanpa harus tergantungan sama AI, ya tinggal download aplikasinya dan dikopas tulisan lu. Karena biasanya seperti gua udah bilang di banyak video, kalau misalnya ee aplikasi-aplikasi startup e platform itu biasanya enggak mau ribet. dia bakal pakai peraturan di negara yang paling ribet dan dia play ke seluruh negara-negara lainnya. Dan udah pasti charge GPT ini gak kayak khusus server Eropa gitu bisa dapat e metadata, apalagi ini hal yang di kepala gua tidak sesulit itu untuk diselip-selipin metadata aneh-aneh biar bisa kedeteksi kopasan lu itu AI apa enggak. Kenapa ya sosial media tuh makin aneh? Kalau udah baca buku gua sih pasti tahu jawabannya. Bukan, bukan. Ini bukan buku yang ngajarin kalian untuk jualan di online dan lain-lain. Ini buku untuk memahami bagaimana sih realita kita sekarang di internet, di dunia eta itu semakin

6:09 banal. Kayak ke enggak sih? Ini buku adalah skripsi gua yang juga udah banyak dibeli orang dan juga dipakai orang untuk ngebantuin skripsinya. Kalian bisa beli di link di bawah kalau habis kalian cari di e-commerce saja atau cari juga di toko buku terdekat. Dan kalau kalian ngebeli, kalian udah nge-support gua dan juga penerbitnya. Kalau ketemu gua, jangan lupa dibawa buat gua tanda tanganin ya. Lalu kita diskusikan deh. Tapi sekarang saatnya balik ke video. Maka dari itu, anak-anak sekolah, anak-anak kuliahan, nikmatilah AI-Ei terakhir buat Anda. Sebenarnya Anda tetap bisa makai dan gua yakin lah lu pasti akan nemu cara curangnya gitu. But ya setidaknya lu akan lebih susah dan akan lebih mikirlah gitu ya. Atau gua tuh enggak ngerti sama lulupnya gitu. Gua tuh gedek banget sama anak SMA atau SMP bahkan anak kuliah yang benar-benar kopas AI. Maksud gua gua dulu juga nyontek tapi gua kagak bakal kopas yang teman gua tulis. Ngerti enggak sih lu?

6:55 Itu namanya ma bukan nyontek, itu namanya fotokopi. Kenapa sih anak zaman sekarang tuh tidak terlatih untuk parafrase, untuk apa ya menggenerate di otaknya kalimat lain yang maknanya sama gitu. Misalnya adalah anjing itu hewan yang menggonggong gitu. Terus mereka benar-benar bakal kopas itu dari AI gitu tanpa diparafrase gitu. Kayak kelihatan banget IQ dan kemampuan berpikirnya tuh menyedihkan gitu. Ditulis juga gitu anjing adalah hewan yang menggonggong gitu. Padahal bisa bikin hewan yang menggonggong salah satunya adalah anjing. Binatang yang menggonggong ada banyak. Salah satunya adalah anjing. Yang populer adalah anjing atau lu ganti nama anjing jadi nama gukguk atau apa. There's so many way untuk lu parafrase. Apalagi kalau misalnya itu paragraf banyak. Lu nyontek aja tuh gagal. Itu yang gua kesal. Lu mencontek aja lu tidak kredibel. Ngerti enggak sih?

7:41 Menyedihkan banget hidup lu. Ya lu dengerin omongan gua, lu kalau nyontek lu pakai chat GPT aja masih ketahuan, masih cuman kopas. Your life is super miserable, bro. Come on man, gua terjemahin pakai AI. AI dihilangin. Gua masih bisa terjemahin juga el untuk ngerjain soal-soal si lu aja lu butuh AI. Untuk parafrase aja lu masih minta AI lagi. Tolong diubah-ubah kalimatnya biar tidak terlalu mirip. Come on, come on. Enggak sih, gua gedek aja sih ngelihat anak-anak di bawah gua ya. Generasi di bawah gua. Beda deh maksudnya generasi di atas gua dulu ngeledekin gua itu karena apa ya? kita punya kebiasaan-kebiasaan aneh yang baru yang tidak biasa gitu yang ya udah gitu kita masih bisa apa ya hidup di society ini gitu tapi el el mah nanti udah lulus kalau misal apa ya yang fenomena-fenomen di luar sana bikin gua ngeri itu yang katanya sampai benar-benar bacanya masih

8:26 gagap-gagap hitung-hitungannya masih lama dan segala macam pada SMA itu mengerikan buat gua setidaknya gua gua enggak bilang semua, tapi generasi gua bisa buktiin ke generasi atas gua kita bisa hidup nih, kita bisa survive nih, gitu loh. Nah, el semangat buktikan generasi saya salah. Kalau menurut kalian bagaimana? Ada kritik, ada tambahan? Ada koreksi? Ada ada cerita gitu yang teman kalian sampai sekarang gagal baca, gagal berhitung, kalistungnya ngacau gara-gara AI komen di bawah. Komentar hari ini ini mirip-mirip videonya nih. Ini dari video yang di mana ternyata lagi banyak joki buku. Orang pengen terlihat pernah baca buku dan bisa baca buku bahkan mesti dijokiin. Mengerikan banget. Generasi bawah gua asli benar-benar jadi grampi Ojisan yang sok-sok bilang generasi gua lebih baik lebih baik nih lama-lama gua. Karena emang buktinya lu pada aneh. Masa buku masih dijokiin? Tonton kalau belum tonton. Dan komentarnya datang dari ayam goreng udah ma literasi rendah, baca pun harus dijokihin. Asli miris banget dah

9:13 gue, bro. Just read the book apa sih susah baca buku. Gua juga enggak sering baca buku baca mang tapi ngapain gua jokiin manga gua? Tonton videoonya kalau kalian belum nonton dan komen di bawah kalau komentar yang mau dibacakan. Dan ya sekian seputar inter un episode kali ini. Gua udah mending pamit undur diri. Thank you buat para member yang selalu support channel ini. Dan bukti kalau kalian nonton sampai habis adalah ceritain teman tertolol kalian yang udah kagak kagak selamat. Dia ma lulus kagak selamat tapi masih dilulusin aja gitu. Masih dinaikin kelas aja. seberapa geblek dia gitu loh. Kok masih dikasih lulus gitu ya? Coba komen di bawah. Dan ya sekian seputar un episode kali ini gue ing pamit unur diri dan untuk kita semua stay clean and sound gerakan anti ai [mendengus] spinning spinning. Lu tahu enggak [tertawa] sih apa lagu opening-nya tuh kenapa enggak taruh

9:58 ending aja gitu. Udahlah. I itu bahasan lain a jujo.

Share

More video summaries