Ringkasan Singkat
Khotbah ini membahas tentang paradoks kehilangan dalam iman Kristen. Mukjizat, kemerdekaan, terobosan, dan berkat seringkali lahir dari kehilangan, kematian, atau penderitaan. Prinsip ini bertentangan dengan kecenderungan alami manusia yang enggan kehilangan apapun, termasuk harga diri, kesabaran, atau pujian.
- Kehilangan adalah prinsip utama dalam mengiring Tuhan.
- Mukjizat dan berkat lahir dari kehilangan dan penderitaan.
- Manusia secara alami tidak suka kehilangan.
Pembukaan
Pendeta Ruth membuka khotbah dengan rasa terkejut karena ditempatkan di sesi pertama, yang dianggap sebagai sesi tersulit karena peserta baru tiba dan mungkin merasa lelah. Ia bercerita tentang pengalamannya belajar berkhotbah, termasuk kesulitan dalam menyampaikan khotbah yang lucu. Tema khotbah kali ini adalah "Surrender" (Menyerah), yang menurutnya cukup berat.
Rehobot: Kelonggaran dan Ruang Baru
Pendeta Ruth membagikan impresi yang ia dapatkan saat berdoa untuk sesi ini, yaitu "Rehobot," yang berarti Tuhan memberi kelonggaran atau ruangan baru yang lebih luas. Ia berharap setiap peserta retreat akan mendapatkan kelonggaran dan ruangan baru yang lebih besar, lebih diberkati, dan lebih dahsyat setelah retreat ini. Ia mengajak jemaat untuk membuka kitab Kejadian pasal 26.
Prinsip Kehilangan dalam Mengiring Tuhan
Sebelum membahas kisah Ishak, Pendeta Ruth menjelaskan bahwa salah satu prinsip utama dalam mengiring Tuhan adalah prinsip kehilangan, yang seringkali tidak disukai oleh banyak orang. Ia mencontohkan ajaran Tuhan Yesus yang mengharuskan pengikut-Nya meninggalkan keluarga dan menyangkal diri. Manusia pada umumnya sulit untuk memberi karena takut kehilangan.
Kisah Perjalanan ke Israel dan Kehilangan Harga Diri
Pendeta Ruth menceritakan pengalamannya saat perjalanan ke Israel bersama rombongan Victory. Ia menggambarkan bagaimana para peserta, terutama ibu-ibu, sangat antusias berfoto di berbagai tempat, seperti Tembok Ratapan dan Kapernaum. Ia juga menceritakan pengalaman lucu saat ia dipaksa berdandan oleh ibu-ibu dan didandani dengan gaya "smoky ice" yang membuatnya merasa tidak nyaman.
Momen Memalukan dengan Tour Guide
Pendeta Ruth melanjutkan ceritanya tentang pengalaman memalukan saat tour guide di Israel mengomentari riasannya yang terlalu tebal. Tour guide tersebut mengatakan bahwa wanita di sana tidak perlu banyak make-up untuk terlihat cantik. Pendeta Ruth merasa malu karena ia adalah satu-satunya yang berdandan tebal di rombongan tersebut.
Egoisme dan Konsep Kehilangan dalam Alkitab
Pendeta Ruth menjelaskan bahwa orang cenderung egois dan ingin selalu terlihat baik dalam foto. Namun, konsep yang diajarkan Tuhan dalam Alkitab berbalik dengan konsep dunia. Jika sebuah biji tidak jatuh ke tanah dan mati, ia akan tetap menjadi satu biji saja. Mukjizat, kemerdekaan, terobosan, dan berkat lahir dari kehilangan, kematian, dan penderitaan. Ia menutup khotbah dengan menekankan bahwa meskipun tema "Surrender" (Menyerah) tidak enak didengar, itu adalah bagian penting dari iman Kristen.

