Kitab Arbaun Quraniyah Hadist 16-19

Kitab Arbaun Quraniyah Hadist 16-19

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang akhlak Nabi Muhammad SAW yang merupakan implementasi dari Al-Quran, larangan membawa mushaf ke negara kafir jika dikhawatirkan akan dinodai, serta adab membaca Al-Quran dengan memahami maknanya dan berhenti jika mengantuk.

  • Akhlak Nabi SAW adalah cerminan dari Al-Quran.
  • Membawa mushaf ke negara kafir dilarang jika ada kekhawatiran akan dinodai.
  • Membaca Al-Quran harus dengan pemahaman, dan berhenti jika mengantuk.

Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Al-Quran

Rasulullah SAW mengamalkan seluruh isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Aisyah RA menjelaskan bahwa akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran itu sendiri. Ketika membaca Al-Quran, tidak perlu mengucapkan "Audzubillahiminasyaitonirojim" karena Nabi SAW langsung membaca ayat Al-Quran. Mengucapkan "Audzubillahiminasyaitonirojim" sebelum membaca Al-Quran dianggap salah karena menyelisihi sunnah Nabi dan Allah SWT tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut.

Tingkatan Akhlak Terpuji

Syekh Mukhlisin menjelaskan bahwa akhlak terpuji memiliki tiga tingkatan: al-akhlakul hasanah (akhlak yang baik), al-akhlakul karimah (akhlak yang mulia), dan al-akhlakul adzimah (akhlak yang agung). Al-akhlakul hasanah adalah tidak membalas keburukan dengan keburukan. Al-akhlakul karimah adalah membalas keburukan dengan kebaikan. Al-akhlakul adzimah adalah bersungguh-sungguh berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepada kita. Contohnya, Nabi Muhammad SAW menjenguk seorang Yahudi yang setiap hari meludahinya ketika sakit.

Contoh Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW

Contoh akhlak mulia Nabi Muhammad SAW adalah sifat malu, dermawan, pemberani, pemaaf, dan hilm (tidak mudah menghukum atau membalas). Ketika Aisyah RA memecahkan piring yang dikirim oleh Ummu Salamah RA, Nabi SAW tidak marah, tetapi justru mengambil makanan yang tumpah dan mengatakan bahwa Aisyah RA sedang cemburu. Beliau kemudian mempersilakan para sahabat untuk memakan makanan yang jatuh tersebut.

Bolehnya Membaca Al-Quran di Atas Kendaraan

Diperbolehkan membaca Al-Quran di atas kendaraan dan melakukan tarji' (membaca Al-Quran dengan nada berayun). Nabi Muhammad SAW membaca Al-Quran sambil menunggangi unta. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai tarji', namun hal ini termasuk dalam perbedaan yang tidak masalah.

Larangan Membawa Mushaf ke Negara Kafir

Dilarang membawa mushaf Al-Quran ke negara kafir atau negara musuh jika dikhawatirkan akan jatuh ke tangan mereka. Orang kafir tidak boleh menyentuh mushaf Al-Quran karena mereka najis. Larangan ini berdasarkan hadis Nabi SAW yang menyatakan bahwa hanya orang yang suci yang boleh menyentuh Al-Quran.

Siapa yang Boleh Menyentuh Al-Quran?

Terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa yang boleh menyentuh Al-Quran. Imam Syaukani berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "suci" dalam hadis tersebut adalah orang yang beriman. Dengan demikian, orang mukmin boleh menyentuh mushaf Al-Quran dalam kondisi apapun, termasuk haid atau junub, meskipun pendapat ini menyelisihi mayoritas ulama.

Hukum Membaca Al-Quran Bagi Orang Haid dan Junub

Orang haid dan junub diperbolehkan membaca Al-Quran. Imam Bukhari berpendapat bahwa Nabi SAW selalu berzikir kepada Allah dalam segala kondisi, termasuk junub. Jika orang junub boleh membaca Al-Quran, maka orang haid lebih boleh lagi karena orang junub bisa menghilangkan junubnya dengan mandi, sedangkan orang haid harus menunggu sampai haidnya selesai.

Adab Membaca Al-Quran Ketika Mengantuk

Jika seseorang membaca Al-Quran di malam hari dan merasa mengantuk hingga bacaannya menjadi tidak karuan, maka hendaklah ia berbaring dan tidur. Adab membaca Al-Quran adalah dengan memahami maknanya. Al-Quran diturunkan untuk ditadaburi, bukan hanya dibaca tanpa pemahaman. Hal ini serupa dengan larangan salat dalam keadaan mabuk agar mengetahui apa yang diucapkan.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ