AMERIKA KELUAR DARI WHO ! PEMBUATAN VANKSIN & OBAT KANKER SEMAKIN BEBAS

AMERIKA KELUAR DARI WHO ! PEMBUATAN VANKSIN & OBAT KANKER SEMAKIN BEBAS

Ringkasan Singkat

Video ini membahas inovasi medis terbaru dari berbagai negara dalam pengobatan kanker setelah Amerika Serikat keluar dari WHO. Beberapa poin utama meliputi:

  • Penemuan terapi baru untuk kanker pankreas oleh Spanyol.
  • Pengembangan terapi pembalikan sel kanker oleh Korea Selatan.
  • Inovasi Cina dalam menangani metastasis paru-paru.
  • Penemuan obat untuk infeksi HPV oleh Meksiko.
  • Keberhasilan Vietnam dalam menangani kasus kanker darah dengan terapi KTI.
  • Pengembangan vaksin kanker berbasis mRNA oleh Rusia.

Terapi Penyembuhan Kanker Pankreas dari Spanyol

Dunia medis internasional menyambut baik penemuan ilmuwan dari Spanish National Cancer Research Center (CNIO) yang berhasil menemukan metode penyembuhan kanker pankreas. Penelitian yang dipimpin oleh Mariano Barbasit selama 6 tahun ini berhasil menghilangkan kanker pankreas sepenuhnya pada tikus percobaan. Kanker pankreas merupakan salah satu kanker paling mematikan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Percobaan pada tikus sering digunakan karena anatomi dan genom tikus mirip dengan manusia. Ilmuwan CNIO berhasil membasmi tumor pankreas dengan menargetkan onkogen bernama keras yang mengalami mutasi. Terapi ini menggabungkan tiga obat yang menyerang gen kras dari tiga sisi berbeda, sehingga tumor sulit melawan. Meskipun berhasil pada tikus, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum diterapkan pada manusia.

Terapi Pembalikan Sel Kanker dari Korea Selatan

Korea Selatan mengembangkan terapi pembalikan kanker, yaitu mengubah sel kanker menjadi sel normal tanpa menghancurkannya. Tim peneliti di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) berhasil mengubah sel kanker usus besar manusia menjadi sel usus yang mirip sel normal. Mereka menargetkan pengatur molekul tertentu yang menentukan sel tersebut dan berhasil membalikkan sifat ganas selnya. Sel yang sudah diprogram ulang berhenti tumbuh tidak terkendali dan menunjukkan ciri-ciri sel usus yang sehat. Profesor Shindonguan dan timnya mengembangkan teknologi berbasis biologi sistem bernama revert untuk menganalisis data gen dari sel tunggal dan menemukan tahap transisi kritis antara sel normal dan sel kanker. Meskipun ada perkembangan signifikan, inovasi ini masih jauh dari uji klinis pada manusia.

Inovasi Cina dalam Metastasis Paru

Cina mengembangkan berbagai metode baru untuk menangani kanker paru stadium lanjut dan metastasis. Penelitian berfokus pada imunoterapi dan terapi target genetik untuk mengendalikan pertumbuhan tumor, memperlambat penyebarannya, dan memperpanjang harapan hidup penderita. Kelompok ahli di Chinese Society of Clinical Oncology (CSCO) menyusun konsensus untuk metastasis leptomeningeal (LM), komplikasi serius yang disebabkan oleh penyebaran tumor ke lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Ilmuwan bernama Puan Guo menemukan obat untuk metastasis kanker kolorektal ke paru-paru dengan mengembangkan kelompok molekul kecil yang disebut melel RNA, yang mengantarkan obat kemoterapi dan RNA anti kanker langsung ke tumor. Teknologi nanopartikel berbasis RNA ini berpotensi menjadi terobosan dalam terapi kanker yang lebih tepat sasaran.

Obat Infeksi HPV dari Meksiko

Meksiko memiliki inovasi di bidang medis, khususnya infeksi human papiloma virus (HPV) yang menjadi penyebab kanker. Dokter dari Meksiko bernama Dr. Eva Ramon Galegos menemukan obat untuk infeksi HPV dengan menggunakan pengobatan non invasif yang disebut terapi fotodinamic, yang menggunakan obat photosensitizer yang diaktifkan oleh cahaya.

Penanganan Kanker Darah di Vietnam

Vietnam berhasil menangani kasus kanker darah atau leukemia dengan metode baru, yaitu terapi KTI. Dokter mengambil sel kekebalan tubuh pasien, memodifikasinya di Taiwan dengan penanda khusus agar bisa menemukan dan menempel hanya pada sel kanker, lalu memasukkannya kembali ke tubuh pasien. Sel-sel tersebut kemudian mencari dan menghancurkan sel kanker. Keberhasilan ini dianggap sebagai kemajuan besar di dunia medis.

Vaksin MRNA dari Rusia

Rusia mengumumkan keberhasilan uji klinis vaksin kanker berbasis mRNA bernama Enteromix. Vaksin ini dirancang untuk melatih sistem imun agar bisa mengenali dan menghancurkan sel kanker. Uji praklinis menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan pengecilan tumor hingga 60-80% tanpa efek samping serius seperti kemoterapi. Vaksin ini terbukti aman dan efektif dalam mengurangi ukuran dan memperlambat pertumbuhan tumor, serta meningkatkan harapan hidup pasien. Vaksin tersebut akan disesuaikan untuk setiap pasien berdasarkan RNA individunya. Enteromix menggunakan empat virus tidak berbahaya untuk menyerang dan menghancurkan tumor kanker, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ